Cari Blog Ini

Sunday 31 August 2014

TEKNIK HENTIKAN PERDARAHAN



MENGHENTIKAN PERDARAHAN


A.    DEFINISI
Perdarahan adalah keluarnya darah dari pembuluh darah. Jumlahnya dapat bermacam-macam, mulai dengan sedikit sampai yang dapat menyebabkan kematian. Luka robekan pada pembuluh darah besar di leher, tangan dan paha dapat menyebabkan kematian dalam satu sampai tiga menit. Sedangkan perdarahan dari aorta atau vena cava dapat menyebabkan kematian dalam 30 detik. Sedangkan menurut dr. Hamidi (2011) perdarahan adalah peristiwa keluarnya darah dari pembuluh darah karena pembuluh tersebut mengalami kerusakan. Kerusakan ini bisa disebabkan karena benturan fisik, sayatan, atau pecahnya pembuluh darah yang tersumbat.

B.     MACAM-MACAM PERDARAHAN
      Perdarahan dibagi menjadi dua yaitu:
      1.  Perdarahan External  
           Perdarahan external yaitu perdarahan dimana darah keluar dari dalam tubuh. Perdarahan external dibagi menjadi tiga macam yaitu (Petra & Aryeh, 2012):
a.       Perdarahan dari pembuluh kapiler
Tanda-tanda perdarahan dari pembuluh kapiler antara lain:
1)      Perdarahannya tidak hebat
2)      Darah keluarnya secara perlahan-lahan berupa rembesan
3)      Biasanya perdarahan akan berhenti sendiri walaupun tidak diobati
4)      Perdarahan mudah dihentikan dengan perawatan luka biasa
5)      Darah yang keluar umumnya berwarna merah terang
b.      Perdarahan dari pembuluh darah balik (vena)
Tanda-tanda perdarahan dari pembuluh darah vena antara lain:
1)  Warna darah umunya merah tua (berupa darah kotor yang akan dicuci dalam paru-paru, kadar oksigennya sedikit)
2)      Pancaran darah tidak begitu hebat jika dibandingkan dengan pancaran darah arteri
3)    Perdarahan mudah untuk dihentikan dengan cara menekan dan meninggikan anggota badan yang luka lebih tinggi dari jantung
c.       Perdarahan dari pembuluh darah arteri
Tanda-tanda perdarahan dari pembuluh darah arteri antara lain:
1)    Darah yang keluar umumnya berwarna merah muda (merupakan darah bersih karena habis dicuci didalam paru-paru untuk diedarkan ke seluruh tubuh)
2)      Darah keluar secara memancar sesuai irama jantung
3)      Biasanya perdarahan sulit untuk dihentikan

            2.  Perdarahan Internal   
  • Perdarahan internal yaitu perdarahan yang terjadi di dalam rongga dada, rongga tengkorak dan rongga perut. Dalam hal ini darah tidak tampak mengalir keluar, tetapi kadang-kadang dapat keluar melalui lubang hidung, telinga, mulut dan anus. Perdarahan internal dapat diidentifikasi dari tanda-tanda pada korban sebagai berikut (Hamidi, 2011):
a.       Setelah cidera korban mengalami syok tetapi tidak ada tanda-tanda perdarahan dari luar
b.      Tempat cidera mungkin terlihat memar yang terpola
c.       Lubang tubuh mungkin mengeluarkan darah
d.    Hemoptysis dan hematemisis kemungkinan menunjukkan adanya perdarahan di paru-paru atau perdarahan saluran pencernaan
  • Perdarahan internal yang terjadi di rongga dada dapat menghambat pernafasan dan akan mengakibatkan nyeri dada. Perdarahan pada rongga perut akan menyebabkan kekakuan pada otot abdomen dan nyeri abdomen.
      Beberapa penyebab perdarahan internal antara lain (Petra & Aryeh, 2012):
a.       Pukulan keras, terbentur hebat.
b.      Luka tusuk, kena peluru.
c.       Pecahnya pembuluh darah karena suatu penyakit.
d.      Robeknya pembuluh darah akibat terkena ujung tulang yang patah.

C.    TEKNIK MENGHENTIKAN PERDARAHAN
      Pengendalian perdarahan bisa bermacam-macam tergantung jenis dan tingkat perdarahannya.    
      1.  Perdarahan External
           Secara umum teknik untuk menghentikan perdarahan external antara lain (Hamidi, 2011):
a.       Dengan penekanan langsung pada lokasi cidera
Teknik ini dilakukan untuk luka kecil yang tidak terlalu parah, misalnya luka sayatan yang tidak terlalu dalam. Penekanan ini dilakukan dengan kuat pada daerah pinggir luka. Setelah beberapa saat dengan teknik ini maka sistem peredaran darah akan menutup luka tersebut.
b.      Dengan teknik elevasi
Setelah luka dibalut, maka selanjutnya bisa dilakukan dengan teknik elevasi yaitu mengangkat bagian yang luka sehingga posisinya lebih tinggi dari jantung. Apabila darah masih merembes, maka diatas balutan yang pertama bisa diberi balutan lagi tanpa membuka balutan yang pertama.
c.       Dengan teknik tekan pada titik nadi
Penekanan titik nadi ini bertujuan untuk mengurangi aliran darah menuju bagian yang luka. Pada tubuh manusia terdapat 9 titik nadi yaitu temporal artery (di kening), facial artery (di belakang rahang), common carotid artery (di pangkal leher, dekat tulang selangka), femoral artery (di lipatan paha), popliteal artery (di lipatan lutut), posterior artery (di belakang mata kaki), dan dorsalis pedis artery (di punggung kaki).
d.      Dengan teknik immobilisasi
Teknik ini bertujuan untuk meminimalkan gerakan anggota tubuh yang luka. Dengan sedikitnya gerakan diharapkan aliran darah ke bagian luka tersebut dapat menurun.
e.       Dengan tourniquet
Tourniquet adalah balutan yang menjepit sehingga aliran darah di bawahnya terhenti sama sekali. Saat keadaan mendesak di luar rumah sakit sehelai pita kain yang lebar, pembalut segitiga yang dilipat-lipat, atau sepotong karet ban sepeda dapat dipergunakan untuk keperluan ini. Teknik hanya dilakukan untuk menghentikan perdarahan di tangan atau di kaki saja. Panjang Tourniquet haruslah cukup untuk dua kali melilit bagian yang hendak dibalut. Tempat yang terbaik untuk memasang Tourniquet lima jari di bawah ketiak (untuk perdarahan lengan) dan lima jari di bawah lipat paha (untuk perdarahan di kaki). Teknik ini merupakan pilihan terakhir, dan hanya diterapkan jika kemungkinan ada amputasi. Bagian lengan atau paha atas diikat dengan sangat kuat sehingga darah tidak bisa mengalir. Tourniquet dapat menyebabkan kerusakan yang menetap pada saraf, otot dan pembuluh darah dan mungkin berakibat hilangnya fungsi dari anggota gerak tersebut. Sebaiknya teknik ini hanya dilakukan oleh mereka yang pernah mendapatkan pelatihan. Jika keliru, teknik ini justru akan membahayakan. Saat penanganan di luar rumah sakit, maka dahi korban yang mendapatkan tourniquet diberi tanda silang sebagai penanda dan korban harus segera dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. Jika korban tidak segera mendapatkan penanganan maka bagian yang luka akan dapat membusuk. Cara melakukan teknik ini adalah sebagai berikut (Petra & Aryeh, 2012):
1)     Buat ikatan di anggota badan yang cedera (sebelum luka) dengan verban yang lebarnya 4 inci dan buatlah 6 – 8 lapis. Kalau tidak ada verban bisa pakai bahan yang telah disebutkan diatas tadi. Kemudian buat simpul pada ikatan tersebut
2)      Selipkan sebatang kayu dibawah ikatan itu.
3)      Kencangkan kedudukan kayu itu dengan cara memutarnya. 
4)   Agar kayu tetap erat dudukannya, ikat ujung yang satunya.



Menurut M. Sholekhudin (2011) dalam Seri P3K perdarahan berat, maka teknik menghentikan perdarahan saat melakukan pertolongan pertama adalah sebagai berikut:
a.     Pastikan penderita selalu dalam keadaan berbaring. Perdarahan berat tidak boleh ditangani sementara korban dalam keadaan duduk atau berdiri.
b.  Jika mungkin, posisikan kepalanya sedikit lebih rendah daripada badan, atau angkat bagian tungkai kaki. Posisi ini bisa mengurangi risiko pingsan dengan cara meningkatkan aliran darah ke otak.
c.       Angkat bagian yang berdarah setinggi mungkin dari jantung. Misalnya, jika yang berdarah bagian betis, letakkan betis tersebut di atas tumpuan, sehingga posisinya lebih tinggi dari badan.
d.      Buang kotoran dari luka, tapi jangan mencoba mencabut benda yang menancap dalam.
e.       Berikan tekanan langsung di atas luka. Gunakan pembalut yang bersih. Jika tidak ada, gunakan sapu tangan atau potongan kain. Jangan sekali-kali “memeriksa” perdarahan dengan cara menyingkap pembalut.
f.       Jika darah masih terus merembes, kuatkan tekanan. Tambahkan sapu tangan lagi di atasnya, tanpa perlu membuang sapu tangan pertama. Hal ini dilakukan karena di dalam darah yang keluar terdapat faktor-faktor pembekuan.
g.      Pertahankan tekanan hingga perdarahan berhenti. Jika telah mampet, balut luka dengan verban, langsung di atas kain penyerap. Jika tidak ada verban, gunakan potongan kain biasa. Kemudian segera bawa korban ke rumah sakit.
 
                                                               Elevasi bagian yang luka




Sedangkan menurut Standard Prosedur Operasional (SPO) RS. Siti Khodijah teknik menghentikan perdarahan untuk unit terkait Intensive Care Unit dan Unit Gawat Darurat adalah sebagai berikut:
a.       Mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan
b.      Petugas menggunakan alat pelindung diri ( kaca mata safety, masker, handscoen, dan scort )
c.       Perawat I menjalankan tugas:
1)   Menekan pembuluh darah proximal dari luka, yang dekat dengan permukaan kulit dengan menggunakan jari tangan
2)      Mengatur posisi dengan cara meninggikan daerah yang luka
d.      Perawat II menjalankan tugas:
1)      Mengatur posisi pasien
2)      Memakai sarung tangan steril
3)      Meletakkan kain kasa steril diatas luka, kemudian ditekan dengan ujung-ujung jari.
4)     Meletakkan lagi kain kasa steril diatas kain kasa yang pertama, kemudian tekan dengan ujung jari bila perdarahan masih berlangsung. Tindakan ini dapat dilakukan secara berulang sesuai kebutuhan tanpa mengangkat kain kasa yang ada
e.       Melakukan balut tekan
1)      Meletakkan kain kasa steril diatas luka
2)     Memasang verban balut tekan, kemudian letakkan benda keras (verban atau kayu balut) di atas luka
3)      Membalut luka dengan menggunakan verban balut tekan
f.       Memasang tourniquet untuk luka dengan perdarahan hebat dan traumatik amputasi
1)      Menutup luka ujung tungkai yang putus (amputasi) dengan menggunkan kasin kasa steril
2)      Memasang tourniquet ± 10 cm sebelah proximal luka, kemudian ikatlah dengan kuat.
3)      Tourniquet harus dilonggarkan setiap 15 menit sekali secara periodik
g.      Memasang SB Tube
1)      Menyiapkan peralatan untuk memasang SB Tube
2)      Mengatur posisi pasien
3)      Mendampingi dokter selama pemasanagn SB tube
4)      Mengobservasi tanda vital pasien
h.      Hal–hal yang harus diperhatikan pada pemasangan tourniquet dan SB Tube:
1)      Pemasangan tourniquet merupakan tindakan terakhir jika tindakan lainnya tidak berhasil, hanya dilakukan pada keadaan amputasi atau sebagai “ live saving
2)      Selama melakukan tindakan perhatikan:
·         Kondisi pasien dan tanda vital
·         Expresi wajah
·         Perkembangan pasien
3)      Pemasangan SB tube dilanjutkan dengan pengompresan dan irigasi melalui selang
                 
           2.   Perdarahan Internal

  • Berbeda dengan perdarahan external, penanganan perdarahan internal pada korban bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut (Hamidi, 2011):

a.       Rest
Korban diistirahatkan dan dibuat senyaman mungkin
b.      Ice
Bagian yang luka dikompres es hingga darahnya membeku. Darah yang membeku ini lambat laun akan terdegradasi secara alami melalui sirkulasi dan metabolisme tubuh.
c.       Compression
Bagian yang luka dibalut dengan kuat untuk membantu mempercepat proses penutupan lubang atau bagian yang rusak pada pembuluh darah
d.      Elevation
Kaki dan tangan korban ditinggikan sehingga lebih tinggi dari jantung.
e.       Bawa korban ke rumah saki terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut

 D.  HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN PERAWAT
      

Beberapa hal yang harus diperhatikan oleh perawat saat memberikan pertolongan dalam menghentikan perdarahan adalah sebagai berikut:

  • Jika peristiwa terjadi diluar rumah sakit, maka seorang perawat dalam memberikan pertolongan pertama sebelum menghentikan perdarahan pastikan dulu kondisinya aman baik korban, penolong (perawat) maupun lingkungannya. Selain itu tetap menghubungi ambulance supaya cepat mendapatkan penanganan di rumah sakit
  •  Memastikan dahulu kondisi Airway, Breathing dan Circulation korban tidak terganggu
  •  Perawat harus teliti dan akurat dalam melakukan pengkajian luka dan sumber perdarahan, apakah perdarahan external ataupun internal
  • Jika perdarahan external perawat harus bisa memahami/ mengetahui tipe perdarahannya, apakah perdarahan arteri, vena atau kapiler
  • Perawat bisa menggunting atau melepas pakaian korban yang tebal karena kemungkinan perdarahan external tidak terlihat (tertutup pakaian tebal)
  •    Melakukan teknik penghentian perdarahan sesuai dengan jenis perdarahan dan tipe perdarahannya
  • Jika terpaksa dengan pilihan terakhir menggunakan tourniquet maka pemasangannya dilakukan oleh perawat yang sudah mendapatkan pelatihan dan tiap 15 menit, ikatannya harus dikendurkan selama 30 detik untuk memberi kesempatan darah mengalir lagi. Tujuannya, mencegah matinya jaringan akibat tidak mendapat suplai darah.
  • Jika ada kotoran pada luka harus dibersihkan dan perawat harus selalu proteksi diri dengan APD yang ada
  • Jika membawa alat-alat lengkap, maka perawat bisa mencoba untuk menjahit lukanya


DAFTAR PUSTAKA

Hamidi. 2011. Pertolongan Pertama. UPI. URL: file.upi.edu/Direktori/pertolongan_pertama.pdf

Petra & Aryeh. 2012. Basic of Blood Management. New York: Wiley publisher

Solekhudin. 2011. Seri P3K: Perdarahan Berat. Jakarta: Intisari Smart & Inspirasing

Thohir. 2010. Standard Prosedur Operasional (SPO) Menghentikan Perdarahan. Sidoarjo, Jawa Timur: Rumah Sakit Siti Khodijah



NUMPANG SHARE:

Berita gembira untuk para pengguna android, saat ini android menyediakan aplikasi whaff di google play. Apakah aplikasi Whaff rewards tersebut? aplikasi tersebut adalah aplikasi yang dapat memberikan recehan dollar bagi pengguna aplikasi terserbut. Kenapa tidak..ketika kita menginstal aplikasi tersebut aja dengan login dan memasukan kode kunci untuk start aplikasi kita sudah mendapatkan 0.30$. Recehan dollar akan kita dapat kembali jika kita mendownload dan menginstal games atau aplikasi yang tersedia di whaff tersebut dengan besaran yang diperoleh sekitar 0.05$. semakin banyak mendownload aplikasi dan memainkan aplikasi yang disediakan di whaff tersebut, recehan dollar akan semakin terkumpul. Dollar tersebut dapat diuangkan melalui sistem Paypal. Proses penguangan menggunakan paypal sangat mudah, bisa anda cari di internet. Cara mendownload dan menginstal aplikasi whaff adalah sebagai berikut:

1.Klik Play Store
2.Search Whaff Reward
3.Download 
4.Login Via Facebook
5.Setelah Login Akan Di Suruh Masukin Kode, Masukin kode BS75512 Maka Akan Mendapatkan Bonus 0.30$
6.Download Applikasi Yang Tersedia Di Whaff, Setiap Aplikasi Dihargai "$" Berbeda Beda
7.Kumpulkan MINIMAL PAYOUT 10$ baru bisa diuangkan lewat paypal


Cobalah tidak akan merugi



1 comment:

Contact Us

Name

Email *

Message *