Cari Blog Ini

Tuesday, 21 October 2014

Pasien Kritis

Pasien Kritis & Permasalahannya
(Sumber Gambar: http://dolphinwishes.wordpress.com)
Disusun oleh: Dody Setyawan

Definisi Pasien Kritis
Pasien yang datang di Rumah Sakit dianggap dalam kondisi kritis jika terdapat karakteristik yang berupa perubahan patofisiologi yang cepat memburuk yang mempunyai intensitas defek fisiologi satu organ ataupun mempengaruhi organ lainnya yang dapat mengancam jiwa dan menyebabkan kematian (Rab, 2007). Pasien kritis ini dapat bersifat kritis akut dan kritis kronis.

Pasien kritis akut merupakan pasien dengan kondisi akut karena suatu penyakit akut atau trauma yang memerlukan penanganan segera sesaat setelah kejadian karena beresiko mengancam nyawa jika tidak segera ditangani. Pasien dengan penyakit kritis akut bisa melibatkan gangguan satu atau lebih organ tubuh yang sesuai dengan riwayatnya atau gangguan beberapa sistem seperti kardiovaskuler, gastrointestinal, muskuloskeletal, imunitas dan pernapasan (Britt et al, 2005). Contoh dari pasien kritis akut antara lain trauma berat, sindrom koroner akut (SKA), gagal ginjal akut, acute respiratory distress syndrome (ARDS) dan gagal napas akut. Karakteristik pasien kritis akut biasanya sesuai dengan kondisi akut yang mendasarinya seperti pada pasien SKA akan terjadi nyeri akut diikuti dengan ketidakstabilan hemodinamik dan pasien trauma seperti moderate dan severe head injury akan terjadi nyeri kepala hebat diikuti gangguan neurologis seperti penurunan kesadaran dan koma (Fink et al, 2005). Pasien kritis akut dengan kondisi yang memburuk diikuti dengan kegagalan sistem tubuh yang lain atau bahkan terjadinya infeksi bisa menyebabkan terjadinya transisi dari pasien kritis akut menjadi kritis kronis.

Pasien kritis kronis merupakan pasien dengan penyakit kritis yang berkembang dari penyakit kritis akut yang membutuhkan perawatan khusus tingkat tinggi dalam beberapa bulan bahkan tahun di ruang rawat intensif (Neil, 2012). Menurut Nelson et al (2010) pasien kritis kronis dapat didefinisikan sebagai pasien kritis yang menggunakan ventilasi mekanik dalam waktu yang lama, atau mendapatkan terapi intensive yang lama, pasien kritis akut yang dirawat dalam waktu yang lama atau menahun. Selain itu Wiencek dan Winkelmen (2010) mengatakan bahwa penyakit kritis kronis selain disebabkan karena transisi dari penyakit kritis akut juga terjadi karena riwayat penyakit kronisnya yang menyebabkan disfungsi organ, abnormalitas kondisi fisik dan penurunan imunologi serta neuroendokrin. Lamanya pasien kritis kronis dirawat mengakibatkan munculnya beberapa gejala yang menjadi karakteristik pasien kritis kronis. Karakteristik tersebut  antara lain adanya kelemahan seperti myopati dan neuropati, penurunan massa tubuh, peningkatan adipose, oedem anasarka, penurunan aktivitas, sangat rentan infeksi multiresisten organisme,  gangguan otak seperti koma dan delirium sementara atau permanent, luka tekan dan gejala dasar dari penyakit akut awal atau penyakit kronisnya seperti takypnea, stress ulcer, sesak napas dan nyeri berat (Nelson et al, 2010). Contoh dari penyakit kritis kronis adalah semua penyakit kritis baik yang diawali dengan penyakit kronis atau akut yang mendapatkan perawatan lama di ruang intensive dalam rentang 15-25 hari dengan komplikasi atau tidak, termasuk Multiple Organ Dysfungtion Syndrome (Wiencek dan Winkelmen, 2010).

Permasalahan Pada Pasien Kritis
Berbagai permasalahan sering dialami oleh pasien kritis yang dirawat di ruang rawat intensif yang meliputi permasalahan fisiologis maupun psikologis. Menurut Patient and Family Support Committee of the Society of Critical Care Medicine (2002) bahwa permasalahan umum yang sering terjadi pada pasien kritis yang dirawat di ruang rawat intensif antara lain gangguan neurologis, perdarahan, ketidakstabilan hemodinamik dan cairan elektrolit, syok, gagal napas akut dan kronik, infeksi nosokomial, gagal ginjal, nyeri dada, sepsis serta Multiple Organ Dysfunction Syndrome (MODS). Selain itu pasien kritis juga cepat berkembang ke arah malnutrisi karena adanya respon inflammatory, stress metabolik, dan bed rest total yang semuanya menyebabkan perubahan katabolisme tubuh (Berger & Pichard, 2012).

Gangguan neurologis yang sering dijumpai pada pasien kritis terutama karena penyakit neurologis antara lain mengantuk, tidak sadar, gelisah dan rasa kebingungan, sehingga perlu tindakan sedasi dan restrain pada pasien untuk mencegah bahaya cedera. Selain itu, perdarahan yang sering terjadi pada pasien kritis adalah stress ulcer, dimana masalah ini bisa juga terjadi karena medikasi yang diberikan saat perawatan di ICU (Society of Critical Care Medicine, 2002). Gagal napas juga bisa terjadi pada pasien kritis yang dirawat lama di ruang ICU karena mengalami kelemahan akibat dari bed rest total sehingga melemahkan otot pernapasan yang mengakibatkan gagal napas (Fink et al, 2005).

Menurut Society of Critical Care Medicine (2002) permasalahan pasien kritis berupa sepsis, gagalnya fungsi satu organ bahkan sampai MODS dapat disebabkan karena adanya infeksi nosokomial. Infeksi nosokomial yang diperoleh pasien kritis dipengaruhi oleh imunitas pasien itu sendiri, kontaminasi lingkungan dan healthcare worker, serta penggunaan prosedur-prosedur invasive yang tidak steril dan tidak dirawat dengan baik seperti kateter urin, central vena and arterial catheter, dan intubasi endotrakea. Alat-alat tersebut bisa mempengaruhi sistem perlindungan normal mukosa kulit sehingga sangat rentan terjadinya infeksi nosokomial.

Hasil penelitian dari World Health Organization (WHO) (2002), angka kejadian infeksi nosokomial di ruang rawat intensif 5-10 kali lebih tinggi jika dibandingkan dengan ruang bedah dan ruang bangsal ortopedi. Menurut Shaikh et al (2008) banyak perhatian yang diberikan pada pasien kritis di ruang intensif untuk meminimalis terjadinya infeksi nosokomial seperti cuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan pasien ataupun peralatan invasive yang terpasang pada pasien, teknik aseptik saat prosedur invasive termasuk insersi kateter urin, perawatan yang optimal serta melepas alat invasive tersebut sedini mungkin jika sudah ada indikasi untuk dilepas.



DAFTAR PUSTAKA

Berger, M & Pichard, C. 2012. Best timing for energy provision during critical Illness. Berlin: Springer-Verlag Berlin Heidelberg.

Britt H., et al. 2005. General Practice Activity in Australia 2004-05. AIHW Cat. no. GEP 18. Canberra: Australian Institute of Health and Welfare.

Fink, M., et al. 2005. Textbook of Critical Care. Fifth Edition. Book 3. Pennsylvania: Elsevier Inc.

Rab, T. (2007). Agenda Gawat Darurat (Critical Care). Bandung: PT Alumni.

Society of Critical Care Medicine. 2002. Patient and Family Resources: ICU Issues and Answer Brochures. Chicago: Society of Critical Care Medicine

Neil, M. 2012. Chronic Critical Illness: The Growing Challenge to Health Care. The Journal Respiratory Care Company. Respiratory Care, Volume 57, Number 6, June 2012 , pp. 1021-1027(7).

Nelson, J. 2010. Chronic Critical Illness. New York. American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine vol 182. pp 446–454

Wiencek, C & Winkelman, C. 2010. Chronic Critical Illness Prevalence, Profile, and Pathophysiology. AACN Advanced Critical Care Volume 21, Number 1, pp.44–61. AACN

WHO. 2002. Prevention of Hospital Acquired Infections: A Practical Guide 2nd Edition. United Stated: World Health Organitation Department of Communicable Disease, Surveillance and Response.

Shaikh, JM., et al. 2008. Frequency, Pattern and Etiology of Nosocomial Infection in Intensive Care Unit: An Experience at A Tertiary Care Hospital. Pakistan. J Ayub Med Coll Abbottabad;20(4).


NUMPANG SHARE:

Berita gembira untuk para pengguna android, saat ini android menyediakan aplikasi whaff di google play. Apakah aplikasi Whaff rewards tersebut? aplikasi tersebut adalah aplikasi yang dapat memberikan recehan dollar bagi pengguna aplikasi terserbut. Kenapa tidak..ketika kita menginstal aplikasi tersebut aja dengan login dan memasukan kode kunci untuk start aplikasi kita sudah mendapatkan 0.30$. Recehan dollar akan kita dapat kembali jika kita mendownload dan menginstal games atau aplikasi yang tersedia di whaff tersebut dengan besaran yang diperoleh sekitar 0.05$. semakin banyak mendownload aplikasi dan memainkan aplikasi yang disediakan di whaff tersebut, recehan dollar akan semakin terkumpul. Dollar tersebut dapat diuangkan melalui sistem Paypal. Proses penguangan menggunakan paypal sangat mudah, bisa anda cari di internet. Cara mendownload dan menginstal aplikasi whaff adalah sebagai berikut:

1.Klik Play Store
2.Search Whaff Reward
3.Download 
4.Login Via Facebook
5.Setelah Login Akan Di Suruh Masukin Kode, Masukin kode BS75512 Maka Akan Mendapatkan Bonus 0.30$
6.Download Applikasi Yang Tersedia Di Whaff, Setiap Aplikasi Dihargai "$" Berbeda Beda
7.Kumpulkan MINIMAL PAYOUT 10$ baru bisa diuangkan lewat paypal


Cobalah tidak akan merugi

Sunday, 28 September 2014

Intensive Care Unit (ICU)

INTENSIVE CARE UNIT (ICU) DAN PASIEN KRITIS

Gambar Perawatan Pasien Kritis di ICU (Sumber gambar: http://medicalsurgical.blogspot.com)


Intensive care unit atau unit perawatan intensif adalah salah satu bagian dari unit ruang perawatan pasien yang ada di Rumah Sakit yang khusus merawat pasien dengan kondisi kritis. Ruangan ini dilengkapi dengan berbagai tim medis termasuk perawat didalamnya yang sudah mendapatkan keahlian khusus dalam menangani pasien dengan kondisi kritis. Selain itu juga dilengkapi dengan berbagai peralatan-peralatan khusus untuk penatalaksanaan terapi dan bantuan hidup pasien yang sebagian tidak ditemukan di unit-unit ruang perawatan yang lain. Hal ini sesuai dengan konsep definisi dari University of California Davis Health System (2009) bahwa ICU merupakan unit yang merawat pasien dengan penyakit kritis yang mengalami kegagalan akut satu atau lebih organ vital yang dapat mengancam jiwa dalam waktu dekat dan pasien dengan post operasi mayor yang memerlukan propilaksis monitoring ketat, sehingga memerlukan staff khusus dan peralatan khusus. Penggunaan staf yang khusus dan perlengkapan yang khusus yang di tujukan untuk observasi, perawatan dan terapi pasien kritis yang mengancam nyawa atau potensial mengancam nyawa juga tertera dalam Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan ICU di Rumah Sakit Kep.Menkes RI nomor 1778/MENKES/SK/XII/2010.
Menurut Hyzy (2010) karakteristik pelayanan keperawatan kritis di unit perawatan intensif adalah kecepatan respon pelayanan terhadap pasien dengan kondisi kritis dan ketenagaan yang terdiri dari interdisiplin keilmuan kesehatan dengan kualifikasi dan pelatihan khusus perawatan intensif. Kecepatan dalam merespon kondisi pasien penting diterapkan pada semua tim kesehatan yang terlibat dalam tatanan pelayanan ICU, karena mengingat pasien yang dirawat di ruang ICU kondisinya kritis dan bisa mengancam nyawa. Kolaborasi interdisiplin tim kesehatan juga sangat diperlukan disini karena kompleksnya permasalahan penyakit yang dialami oleh pasien yang dirawat di ruang ICU.
Ruang ICU juga harus dilengkapi dengan perawat yang berkualifikasi ICU atau yang sudah mendapatkan pelatihan khusus perawatan intensif sebagai karakteristik pelayanan di ICU. Perawat di ICU mempunyai beberapa tugas yang berbeda dengan di unit perawatan biasa, antara lain memberikan bantuan hidup dasar pada pasien kritis sesuai dengan prosedur yang ditetapkan, memonitor secara ketat keadaan pasien dan mencegah kemungkinan komplikasi-komplikasi yang bisa terjadi. Rab (2007) mengklasifikasikan perawat ICU kedalam beberapa kriteria, yaitu perawat yang telah mendapatkan pelatihan perawatan intensif lebih dari 12 bulan ditambah dengan pengalamannya, perawat yang telah tersertifikasi perawatan kritis, dan perawat yang mampu sebagai trainer bagi perawat dibawahnya dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan.
Berbagai peralatan khusus juga disediakan di ICU untuk mendukung penatalaksanaan terapi pasien kritis. Peralatan-peralatan tersebut antara lain bed site monitor, blood gas analysis on site, central monitor di nurse station, trolly emergency, alat resusitasi, mesin EKG, oxygen and suction central, defibrillator dan mesin ventilasi mekanik. Menurut Rab (2007) pada prinsipnya alat tersebut berfungsi sebagai alat monitoring dan alat bantu penatalaksanaan terapi pada pasien kritis.
Gambar Peralatan di Ruang ICU (Sumber gambar: http://www.mitrakeluarga.com)
Klasifikasi Pasien yang Membutuhkan Perawatan Kritis
Departemen Kesehatan Inggris (2000) dalam Comprehensive Critical Care yang dikutip oleh Jevon & Ewens (2009) mengklasifikasikan pasien yang membutuhkan perawatan kritis kedalam empat tingkatan yaitu tingkat nol, pertama, kedua dan ketiga. Hal ini juga sesuai dengan pengklasifikasian yang ditetapkan oleh Kemp et al (2011) dalam Intensive Care Society. Pengklasifikasiannya tersebut antara lain:
1.      Tingkat nol, dimana kebutuhan pasien dapat terpenuhi dengan perawatan dalam ruang perawatan normal di Rumah Sakit yang menangani kondisi akut.
2.   Tingkat pertama, untuk pasien beresiko memburuk kondisinya atau yang baru dipindahkan dari tingkat perawatan level diatasnya yang kebutuhannya dapat dipenuhi di ruang perawatan akut dengan bantuan perawat kritis.
3.   Tingkat kedua, untuk pasien yang membutuhkan monitoring dan intervensi yang lebih kompleks seperti halnya pasien dengan kegagalan salah satu sistem organ atau lebih atau pascaoperasi.
4.   Tingkat ketiga untuk pasien dengan kegagalan multi organ dengan bantuan kompleks termasuk bantuan pernapasan.
Sedangkan menurut Keputusan Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan Indonesia Nomor: HK.02.04/I/1966/11 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Pelayanan Intensive Care Unit (ICU) di Rumah Sakit bahwa kriteria pasien yang bisa masuk untuk dirawat di ruang intensif adalah:
1.   Golongan pasien prioritas satu
Golongan ini merupakan pasien kritis yang tidak stabil memerlukan terapi intensif dan tertitrasi seperti alat bantu ventilasi, alat penunjang fungsi organ atau sistem lain, infuse obat-obat vasoaktif/inotropik serta pengobatan lainnya secara kontinyu tertitrasi.
2.   Golongan pasien prioritas dua
Pasien ini memerlukan pelayanan pemantauan peralatan canggih di ICU, sebab sangat beresiko jika tidak mendapatkan terapi intensif segera, misalnya pemantauan intensif menggunakan pulmonary arterial catheter.
3.   Golongan pasien prioritas tiga
Pasien golongan ini adalah pasien kritis yang tidak stabil status kesehatan sebelumnya, yang disebabkan oleh penyakit yang mendasarinya atau penyakit akutnya secara sendirian atau kombinasi. Kemungkinan sembuhnya kecil


DAFTAR PUSTAKA

Jevon, P & Ewens, B. 2009. Pemantuan Pasien Kritis. Edisi Kedua. Alih Bahasa: Vidhia Umami. Jakarta: Erlangga Medical series

Kementrian Kesehatan RI. 2011. Keputusan Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan Nomor: HK.02.04/I/1966/11 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Pelayanan Intensive Care Unit (ICU) di Rumah Sakit. Jakarta

Kementrian Kesehatan RI. 2010. Keputusan Mentri Kesehatan RI Nomor: 1778/Menkes/SK/XII/2010, Tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Intensive Care Unit (ICU) di Rumah Sakit. Jakarta

Kemp, P., et al. 2011. What is Intensive Care?. London: The intensive Care Society. Available at January 20, 2013. URL: http://www.ics.ac.uk/patients___relatives/what_is_intensive_care_

Rab, T. (2007). Agenda Gawat Darurat (Critical Care). Bandung: PT Alumni.

University of California Davis Health System. 2009. Critical Care Service. California. Documentation Notice, CPT Codes 99291 – 99292.


NUMPANG SHARE:

Berita gembira untuk para pengguna android, saat ini android menyediakan aplikasi whaff di google play. Apakah aplikasi Whaff rewards tersebut? aplikasi tersebut adalah aplikasi yang dapat memberikan recehan dollar bagi pengguna aplikasi terserbut. Kenapa tidak..ketika kita menginstal aplikasi tersebut aja dengan login dan memasukan kode kunci untuk start aplikasi kita sudah mendapatkan 0.30$. Recehan dollar akan kita dapat kembali jika kita mendownload dan menginstal games atau aplikasi yang tersedia di whaff tersebut dengan besaran yang diperoleh sekitar 0.05$. semakin banyak mendownload aplikasi dan memainkan aplikasi yang disediakan di whaff tersebut, recehan dollar akan semakin terkumpul. Dollar tersebut dapat diuangkan melalui sistem Paypal. Proses penguangan menggunakan paypal sangat mudah, bisa anda cari di internet. Cara mendownload dan menginstal aplikasi whaff adalah sebagai berikut:

1.Klik Play Store
2.Search Whaff Reward
3.Download 
4.Login Via Facebook
5.Setelah Login Akan Di Suruh Masukin Kode, Masukin kode BS75512 Maka Akan Mendapatkan Bonus 0.30$
6.Download Applikasi Yang Tersedia Di Whaff, Setiap Aplikasi Dihargai "$" Berbeda Beda
7.Kumpulkan MINIMAL PAYOUT 10$ baru bisa diuangkan lewat paypal


Cobalah tidak akan merugi

Friday, 19 September 2014

Siaga Bencana


PELATIHAN SIAGA BENCANA


Siaga bencana merupakan suatu kondisi kesiapsiagaan warga dalam menghadapi potensial bencana yang mungkin akan muncul di suatu daerah. Bencana itu sendiri pada intinya menurut Undang-undang no 24 tahun 2007 merupakan suatu peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat karena alam, non alam dan faktor manusia sehingga bisa timbul korban korban jiwa, kerusakan lingkungan, hilangnya harta benda dan dampak psikologis. Kesiapsiagaan warga terhadap bencana dapat optimal ketika dalam warga tersebut sudah menerapkan prinsip penetalaksanaan pra bencana yaitu dengan pengkajian resiko bencana. Pengkajian resiko bencana bisa dilakukan dengan mengidentifikasi ancaman-ancaman bahaya yang kemungkinan bisa terjadi dan kerentanan-kerentanan dalam menghadapi bahaya. Selain itu juga memperhitungkan kapasitas yang ada didaerah tersebut termasuk kapasitas SDM nya, sarana dan prasarananya yang semuanya dapat mendukung dalam penatalaksanaan manajemen bencana. Setiap daerah yang rawan bencana biasanya memiliki suatu peta rawan bencana untuk mengurangi resiko bahaya yang ditimbulkan dari bencana tersebut.
Setelah setiap daerah melakukan optimalisasi pengkajian resiko bencana, maka langkah yang bisa ditempuh lagi adalah mempersiapkan warga setempat untuk siap siaga bencana. Kesiapsiagaan bencana yang bisa dilakukan adalah mempersiapkan warga untuk siap dan siaga ketika potensial bencana itu terjadi serta mepersiapkan semua sarana dan prasarana yang dibutuhkan ketika bencana itu terjadi seperti sarana komunikasi sentral, sarana transportasi, sarana kesehatan dan lain sebagainya sesuai kebutuhan yang sudah dilist sesuai analisis pengkajian resiko bencana.
Kesiapsiagaan warga dalam menghadapi bencana bisa dipupuk dengan adanya pelatihan-pelatihan siaga bencana. Pelatihan siaga bencana itu didalamnya bisa diberikan materi terkait mengenal tanda-tanda dini potensial bencana, jalur evakuasi yang aman, bagaimana cara transportasi korban yang aman, bagaimana cara pertolongan pertama pada korban, dan bagimana respon cepat dalam menangani bencana. Misalnya pelatihan terkait siaga bencana kebakaran. Banyak materi-materi yang bisa disampaikan ke warga dalam mempersiapkan siaga bencana kebakaran karena mengingat kejadian kebakaran itu sendiri merupakan bencana dengan kategori sering. Beberapa faktor pemicu kebakaran sering dijumpai seperti kelalain warga dalam menggunakan kompor gas dan instalasi listrik, akibat buang puntung rokok yang sembarangan, dan karena faktor alam seperti gunung meletus atau kebakaran hutan karena kemarau yang panjang.
Dalam pelatihan siaga bencana kebakaran bisa diberikan materi ke warga terkait penyebab terjadinya kebakaran, bahaya terjadinya kebakaran seperti bahaya luka bakar, asap CO yang dihirup oleh warga, dan abu yang dihasilkan dari kebakaran gunung meletus yang membahayakan untuk pernapasan. Selain itu juga diajarkan terkait penanganan darurat kebakaran yang terdiri dari: jangan panic, kenali bahaya dan tanda peringatan bencana kebakaran, evakuasi penghuni ke jalur dan tempat yang aman, hubungi tim pemadam kebakaran, gunakan sumber daya pemadam kebakaran yang ada, beri pertolongan pertama pada korban, dan kirim korban ke RS. Tanda peringatan dini yang bisa diajarkan kepada warga adalah penggunaan alat kentongan sederhana atau melakukan setting diatap rumah dengan alarm yang bisa mendeteksi ketika ada gejala awal muncul kebakaran seperti ketika timbul sedikit asap, alarm akan berbunyi.
Warga juga harus diberikan pengetahuan dan pemahaman terkait alat pemadam kebakaran yang bisa digunakan seperti karung goni (tradisional), Alat Pemadam Api Portable (APAP) yang terdiri dari Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan Alat Pemadam Api Beroda (APAB), Sprinkler di beberapa pabrik atau perusahaan, dan hydrant. Selain itu warga juga diajari bagaimana cara memberikan pertolongan pertama pada korban luka bakar yaitu jika luka bakar derajat 1 dan 2 maka penanganannya dengan dialiri air mengalir pada daerah yang terkena, sedangkan pada luka bakar derajat 2 jangan sampai bula (gelembung-gelembung pada kulit) karena luka bakar di pecah karena akan sangat beresiko terkena infeksi, sedangkan luka bakar derajat 3 yang sampai mengenai kulit bagian dalam bahkan sampai hilang terkena tulang maka harus segera dilarikan ke IGD Rumah Sakit. Ingat ketika kain melekat pada daerah luka bakar maka jangan sekali-kali kain tersebut dilepas karena sangat beresiko kulit ikut tertarik kain yang dilepas. 
(Sumber gambar: Dok Foto Pribadi)


Gambar. Memberikan air mengalir pada luka bakar ringan dan sedang (Sumber: http://sidomi.com)



Gambar. Derajat Luka Bakar (Sumber: http://mayangkero.blogspot.com)
Pada pelatihan siaga bencana kebakaran juga diajarkan bagaimana cara mencegah kebakaran, antara lain: kenali dan pahami tanda potensi kebakaran yang kemungkinan muncul, jangan membuang punting rokok sembarangan, jangan nyalakan api didekat bahan yang mudah terbakar dan mudah meledak, waspada dalam penggunaan alat penerang api (lilin, api semprong, obat nyamuk bakar), perawatan instalasi listrik rumah dengan baik, gunakan kompor gas dengan aman, dan sediakan alat pemadam api ringan

NUMPANG SHARE:

Berita gembira untuk para pengguna android, saat ini android menyediakan aplikasi whaff di google play. Apakah aplikasi Whaff rewards tersebut? aplikasi tersebut adalah aplikasi yang dapat memberikan recehan dollar bagi pengguna aplikasi terserbut. Kenapa tidak..ketika kita menginstal aplikasi tersebut aja dengan login dan memasukan kode kunci untuk start aplikasi kita sudah mendapatkan 0.30$. Recehan dollar akan kita dapat kembali jika kita mendownload dan menginstal games atau aplikasi yang tersedia di whaff tersebut dengan besaran yang diperoleh sekitar 0.05$. semakin banyak mendownload aplikasi dan memainkan aplikasi yang disediakan di whaff tersebut, recehan dollar akan semakin terkumpul. Dollar tersebut dapat diuangkan melalui sistem Paypal. Proses penguangan menggunakan paypal sangat mudah, bisa anda cari di internet. Cara mendownload dan menginstal aplikasi whaff adalah sebagai berikut:

1.Klik Play Store
2.Search Whaff Reward
3.Download 
4.Login Via Facebook
5.Setelah Login Akan Di Suruh Masukin Kode, Masukin kode BS75512 Maka Akan Mendapatkan Bonus 0.30$
6.Download Applikasi Yang Tersedia Di Whaff, Setiap Aplikasi Dihargai "$" Berbeda Beda
7.Kumpulkan MINIMAL PAYOUT 10$ baru bisa diuangkan lewat paypal


Cobalah tidak akan merugi

Contact Us

Name

Email *

Message *